Senin, Desember 10berita dan informasi seputar kesehatan, teknologi dan sport

10 Efek Samping Temulawak Jika Dikonsumsi Berlebihan

NettCyber.com | 10 Efek Samping Temulawak Jika Dikonsumsi Berlebihan. Temulawak merupakan salah satu jenis tanaman obat yang telah dikenal oleh masyarakat nih, baik masyarakat Indonesia maupun masyarakat dunia. Temulawak ini merupakan tanaman asli Indonesia.

efek samping temulawak hd 2

Banyak manfaat yang dapat di ambil dari penggunaan tanaman obat yang satu ini. mulai dari gangguan pencernaan, iritasi usus, kembung, gangguan lambung, gangguan hati sampai dengan empedu. Namun yang paling terkenal manfaatnya adalah untuk meningkatkan nafsu makan. Walaupun temulawak mempunyai begitu banyak manfaat untuk kesehatan, bukan berarti temulawak tersebut tidak mempunyai efek samping,

10 Efek Samping Temulawak Jika Dikonsumsi Berlebihan 

berikut efek samping temulawak yang perlu anda waspadai jika dikonsumsi berlebihan :

1. Temulawak Dapat Mengakibatkan Mual dan Muntah

Konsumsi temulawak akan membantu lambung merasa dingin pada sesaat. Ini terjadi karena enzim yang dibawa oleh temulawak sedang menetralisir segala bakteri dan membantu kinerja lambung. Namun, apabila terlalu lama dikonsumsi tanpa jeda waktu tertentu serta kontrol kadar normalnya justru dapat mengakibatkan lambung terasa panas dan penuh. Kondisi ini akan menyebabkan rasa mual serta muntah jika dibiarkan saja.

2. Temulawak Dapat Mengakibatkan Iritasi Lambung

Iritasi lambung dapat terjadi apabila meminum ekstrak temulawak dalam kadar yang banyak atau tidak dikontrol oleh dokter. Perlu dicatat bahwa pengobatan dengan metode herbal temulawak disarankan hanya dengan pengawasan dari ahlinya. Bagi wanita hamil dilarang menggunakan temulawak dalam jenis apapun karena akan mengakibatkan peradangan pada rahim, yang bisa berakibat gangguan kondisi janin dalam kandungan.

3. Temulawak Dapat Mengakibatkan Gangguan Liver

Liver merupakan organ penting dalam tubuh manusia. Kerusakan pada liver dapat terjadi saat tubuh mengonsumsi terlalu banyak temulawak dalam jangka yang panjang hingga lebih dari 4 bulan. Oleh karena itu, pada sebagian orang yang tengah menjalani terapi pengobatan suatu penyakit dengan menggunakan temulawak sebagai bahan aktif utamanya, akan disarankan hanya mengonsumsi selama kurang dari 3 bulan. Jika penyakit seseorang tersebut tak kunjung sembuh dianjurkan untuk melakukan metode pengobatan lainnya dan menghentikan terapi temulawak yang dijalani sebelumnya.

4. Temulawak Dapat Mengakibatkan Kerusakan Ginjal

Ginjal adalah organ yang berfungsi dalam pembuangan limbah segala zat yang kita konsumsi. Kerusakan ginjal dapat terjadi saat menerima zat-zat yang sejenis dalam jumlah yang tidak terkontrol. Temulawak yang dikonsumsi secara berlebihan sementara tidak dibutuhkan tubuh dalam jumlah banyak akan berakibat endapan di dalam ginjal sehingga mengganggu kinerja ginjal.

Baca Juga : Manfaat Temulawak untuk Kecantikan 

Penyakit ginjal dan penurunan fungsi ginjal adalah risiko yang cukup besar, maka perhatikan setiap kali minum herbal temulawak. Anda bisa coba untuk mengimbanginya dengan minum banyak air putih sehingga ginjal tak terbebani dengan kandungan temulawak saja.

5. Temulawak Dapat Mengakibatkan Penyumbatan Saluran Empedu

Temulawak mengandung enzim yang mampu merangsang produksi empedu, sehingga bagi penderita batu empedu disarankan untuk tidak mengonsumsi temulawak karena berakibat keracunan empedunya sendiri. oleh karena itu sangat dianjurkan untuk penderita batu empedu yang sudah didiagnosa semenjak awal agar menghentikan pengobatan (jika memiliki riwayat penyakit lain) menggunakan herbal yang mengandung temulawak.

6. Temulawak Dapat Mengakibatkan Pendarahan

Pendarahan dapat terjadi pada seseorang yang mengonsumsi temulawak secara berlebihan. Konsumsi temulawak beserta ekstrak atau kandungan temulawak lainnya yang sejenis tidak boleh digunakan bersama dengan obat pengencer darah, hal ini dapat berakibat pendarahan  karena temulawak juga berfungsi menurunkan kadar lemak dalam darah.

7. Temulawak Dapat Mengakibatkan Gangguan Pencernaan

Gangguan pencernaan yang seringkali dialami saat mengonsumsi temulawak secara berlebihan adalah diare serta sembelit. Diare dan sembelit yang tidak segera diatasi atau tidak menghentikan konsumsi temulawak akan mengakibatkan tubuh lemas dan kekurangan cairan. Kondisi ini harus segera ditangani oleh medis agar mendapatkan penanganan yang tepat agar pencernaan normal kembali.

8. Temulawak Dapat Mengakibatkan Jantung Berdebar

Kinerja beberapa organ tubuh yang dipompa melalui konsumsi temulawak dapat berakibat fatal apabila terus dilakukan secara berlebihan. Hal ini dapat menyebabkan jantung berdebar secara tidak normal. Dari kondisi ini akan ada juga beberapa kondisi lain yang menyertai, seperti:

  • Rasa gelisah
  • Hipereaksi

Hal tersebut akan lebih diperparah apabila seseorang tersebut juga mengalami tekanan darah tinggi. Maka dari itu, pemakaian obat herbal berbahan utama temulawak harus dengan dosis yang benar agar kondisi-kondisi yang tidak baik bisa dihindari.

9. Temulawak Dapat Mengakibatkan Infeksi Kemih

Kandungan enzim yang terbawa oleh temulawak saat dimakan bisa jadi tidak terserap seluruhnya karena hanya dibutuhkan sebagian saja oleh tubuh. Hal ini menyebabkan tumpukan enzim yang tidak terpakai sehingga memenuhi volume ginjal yang akan dibuang menuju saluran kemih. Semakin banyak yang disekresikan melalui urin maka dapat menyebabkan infeksi saluran kemih.

efek samping temulawak hd 1

Beberapa tanda pada kondisi ini adalah warna air kencing yang kuning pucat disertai dengan bau yang sedikit lebih kuat dibandingkan biasanya. Infeksi dapat terjadi apabila seseorang yang mengonsumsi temulawak tidak segera menghentikannya, penanganan sementara pada kondisi infeksi karena temulawak ini adalah dengan mengonsumsi air kelapa hijau muda

10. Temulawak Dapat Meningkatkan Nafsu Makan Bertambah

Salah satu efek samping yang tidak menimbulkan kerugian signifikan bagi tubuh adalah bertambahnya nafsu makan. Ya, temulawak seringkali justru dijadikan obat bagi anak-anak yang memiliki nafsu makan sedikit. Maka untuk dapat meningkatkan nafsu makan mereka kebanyakan dari mereka mengonsumsi jamu temulawak atau sejenisnya untuk memperbaiki selera makan.

Namun tentunya dari penambahan nafsu makan kemudian akan terjadi efek yang bisa-bisa negatif bagi kesehatan, yakni menjadi obesitas. Nafsu makan yang terus bertambah tanpa bisa terkendali pada akhirnya bisa membuat kelebihan berat badan pada pengonsumsi temulawak. Jadi, sebaiknya bila memang nafsu makan anak yang tadinya berkurang sudah mulai naik, pertahankan dan jangan sampai mengalami obesitas.

Baca Juga : Manfaat Temulawak untuk berbagai penyakit  

Konsumsi temulawak sebagai metode pengobatan herbal dianjurkan dengan dosis yang seimbang. Hal ini berarti bahwa risiko yang lebih buruk dapat tejadi seperti pada beberapa contoh efek samping diatas. Mengonsumsi temulawak secara benar adalah dengan merebusnya dalam panci atau peralatan non aluminium.

Senyawa dalam temulawak akan berubah menjadi racun apabila bercampur dan dipanaskan bersamaan dengan kandungan Aluminium. Selain itu anda juga harus membatasi konsumsi obat yang mengandung temulawak saat tengah mengonsumsi temulawak secara alami. Ini untuk menghindari efek campuran bahan kimia dan herbal.

Dengan demikian, batasan dalam jumlah temulawak yang diserap tubuh dapat dikontrol. Temulawak sendiri sebetulnya tak mengerikan meski efek sampingnya cukup mengkhawatirkan, namun dengan penggunaan tepat tanpa dosis berlebihan, semuanya akan baik-baik saja. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.