Minggu, Desember 9berita dan informasi seputar kesehatan, teknologi dan sport

Pantangan Yang Perlu Dihindari Bagi Penderita Asam Urat

NettCyber.com | Pantangan Yang Perlu Dihindari Bagi Penderita Asam Urat. Penyakit asam urat dapat disebabkan oleh konsumsi bahan makanan yang mengandung purin secara berlebihan. Apabila kadar asam urat dalam tubuh tinggi, berdampak pada ginjal yang tak mampu lagi mengeluarkannya lewat urin dan akan menumpuk di persendian. Dampaknya akan terjadi pembengkakan pada sendi dan menimbulkan nyeri.

pantangan yang perlu dihindari bagi penderita asam urat hd

Anda yang menderita penyakit asam urat, sebaiknya lebih menjaga konsumsi makanan dan lebih baik mengetahui jenis-jenis sayuran dan makanan lain yang merupakan pantangan bagi seseorang yang mengidap sakit asam urat. Bagi Anda yang mengidap penyakit asam urat, Anda dapat menghindari beberapa jenis makanan. Mari kita simak jenis makanan apa saja yang yang perlu Anda hindari bagi seseorang yang mengidap asam urat.

Pantangan Yang Perlu Dihindari Bagi Penderita Asam Urat

1. Hindari Kopi

Kopi terasa nikmat jika diminum dalam keadaan hangat. Namun, di balik kelezatan kopi, ada zat kafein yang harus Anda waspadai. Kafein tidak hanya menimbulkan dampak positif, tetapi juga negatif. Terutama bagi penderita asam urat; bisa memperparah gejala nyeri sendi.

Baca Juga : Waspadai Asam Urat Rendah dan Cara Mengatasinya

Secangkir kopi mengandung 85 mg kafein dengan kadar sesuai jenis kopi. Karena kandungan kafeinanya tergolong tinggi, bisa menyebabkan penebalan asam urat. Proses tersebut terjadi lebih cepat sehingga zat purina mengendap di ginjal. Dampaknya, fungsi ginjal menjadi terganggu sehingga memicu penyakit chronic kidney disease (CKD).

2. Berhenti Mengonsumsi Alkohol

Alkohol merupakan minuman yang mengandung purina. Karena kadarnya sangat tinggi, bisa menyebabkan penumpukan asam urat. Pun mengakibatkan produksi asam urat di lever sehingga memicu penyakit komplikasi.

Berdasarkan riset dalam Jurnal The Lancet pada tahun 2004, beberapa pria yang minum bir (mengandung alkohol) lebih rentan terkena asam urat. Penelitian tersebut dilakukan selama 12 tahun dengan objek 47.000 laki-laki. Studi ini membuktikan bahwa alkohol sangat berbahaya bagi kesehatan.

3. Jauhi Sayuran yang Mengandung Purina

Purina adalah senyawa yang bisa dipecah menjadi asam urat. Anda bisa menemukannya di berbagai jenis makanan, termasuk sayur. Saat zat ini dikonsumsi secara berlebihan, produksi asam urat otomatis meningkat.

Baca Juga : Cara Mengobati Asam Urat Dengan Jeruk Nipis 

Salah satu jenis sayur yang harus dihindari adalah bayam. Karena setiap 100 gram bayam mengandung 57 gram purina. Meski jumlahnya lebih sedikit daripada daging merah, bisa menaikkan kadar asam urat secara bertahap.

4. Jangan Makan Jeroan

Anda suka makan hati, usus, atau ampela sapi? Ketika gejala asam urat menyerang, sebaiknya menghindari makanan tersebut. Menurut dr. Mahdian, SpBS., spesialis bedah saraf, kandungan purina organ-dalam sapi tergolong tinggi. Karena daging, ginjal, serta roti manis mengandung purina yang tinggi.

5. Jenis Makanan Seafood Sebaiknya Dihindari

Makanan laut (seafood) menjadi santapan favorit semua orang karena rasanya sangat lezat. Salah satu negara yang gemar mengonsumsi santapan ini adalah Jepang. Rata-rata orang Jepang menyantap aneka boga bahari, seperti ikan mentah, moluscacrustaceaechinodermata, ubur-ubur, dan rumput laut.

Namun, makanan laut merupakan pantangan bagi penderita hiperurisemia. Beberapa jenis seafood yang tidak boleh dikonsumsi, antara lain udang, cumi-cumi, dan kepiting. Menurut studi American College of Rheumatology, 730 kasus serangan gejala asam urat disebabkan oleh kegemaran makan seafood. Mereka kerap mengonsumsi dalam jumlah banyak.

6. Mengurangi Konsumsi Daging Merah

Daging merah kerap dikaitkan dengan kondisi kesehatan seseorang. Selain mengandung kolesterol tinggi, di dalam daging merah juga terdapat zat purina. Karena itu, penderita hiperurisemia harus mengurangi intensitas konsumsinya. Daging merah yang dimaksud berasal dari kambing, sapi, domba, kelinci, serta kuda.

7. Batasi Konsumsi Telur

Anda suka mengonsumsi telur? Makanan ini mengandung protein hewani yang cukup tinggi. Selain itu juga memiliki kandungan purina sekitar 130 gram, 7 gram per 100 gram telur. Lalu, apakah penderita hiperurisemia tidak boleh mengonsumsi telur?

Jika  Anda terlalu banyak mengkonsumsi telur Anda bisa memicu asam urat yang berakhir pada gagal ginjal. Jadi, mengonsumsi telur bagi penderita hiperurisemia tidak dilarang, melainkan harus dibatasi.

Setelah mengetahui beberapa pantangan asam urat diatas, kini saatnya Anda mengubah gaya hidup. Untuk mempercepat penyembuhan, lakukan olahraga secara rutin ya. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.