Kamis, Desember 13berita dan informasi seputar kesehatan, teknologi dan sport

Kandungan Nutrisi dan Gizi Teh Hijau

NettCyber.com | Kandungan Nutrisi dan gizi Teh hijau – Pada artikel berikut ini akan mengulas mengenai kandungan nutrisi dan gizi Teh hijau.  Dengan segudang manfaat Teh hijau yang terkandung didalamnya tentu membuat Teh hijau menjadi lebih familiar dikalangan masyarakat.

Selain sudah digunakan sejak jaman dahulu teh hijau juga sering digunakan untuk bahan pengobatan tradisional dan pengobatan alternatif.

kandungan nutrisi teh hijau

Namun apakah kandungan yang terdapat didalam teh hijau sehingga teh hijau menjadi sangat banyak manfaatnya. Berikut ini adalah kandungan Gizi per 100 gr yang terdapat pada bawang teh hijau

Kandungan Nutrisi dan Gizi Teh hijau

Teh hijau memiliki banyak kandungan gizi yang terdapat di dalamnya.  Dengan kandungan gizi yang sangat baik tentu tidak heran jika teh hijau sering sekali menjadi bahan yang digunakan untuk perawatan tubuh dan kesehatan.  Adapun kandungan gizi teh hijau per 100 gramnya adalah sebagai berikut :

kandungan gizi teh hijau

Kandungan Nutrisi dan gizi teh hijau per 100 gram :

Energi132 kkal
Protein 19,5 gr
Lemak0,7 gr
 Karbohidrat 67,8 gr
 Kalsium 717 mg
 Fosfor265 mg
 Zat Besi12 mg
Vitamin A2095 IU
Vitamin B10,01 mg
Vitamin C 0 mg

Klasifikasi ilmiah Teh hijau

Setalah kita mengetahui sejarah dan kandungan Teh hijau maka selanjutnya akan dibahas mengenai klasifikasi ilmiah Teh hijau. Seperti sudah dijelaskan sebelumnya bahwa Teh hijau dengan segenap manfaat yang sudah dikenal dari jaman dahulu. Berikut ini adalah klasifikasi ilmiah Teh hijau :

KingdomPlantae (Tumbuhan)
Subkingdom Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super DivisiSpermatophyta (Menghasilkan biji)
DivisiMagnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub KelasDilleniidae
Ordo Theales
Famili Theaceae
Genus Camellia
Spesies Camellia sinensis (L.)O.K

Morfologi Teh hijau

1. Akar Pohon Teh

Pohon teh mempunyai  akar tunggang yang panjang, akar tunggang tersebut masuk ke dalama lapisan tanah yang dalam. Percabangan akarnya pun banyak. Perakaran pohon ini akan menjadi baik jika mempunyai gerakan yang leluasa, yaitu dapat menembus tanah dengan mudah dan juga bergerak menyamping. Semua itu akan dapat dipenuhi jika mempunyai susunan dan fisik tanah yang baik.

klasifikasi ilmiah teh hijau

Untuk pohon teh perakaran memang sangatlah diperlukan. Sebab ia akan banyak mengalami gangguan-gangguan dari atas. Yaitu dalam pemetikan daun dan tunas. Untuk mendapatkan akar yang melebar, maka sewaktu bibit dipindahkan ke kebub pertanaman, akar tunggang sebaiknya dipotong sedikit.

2. Batang Pohon Teh 

Batang pohon teh ini tumbuh  denga lurus dan banyak, akan tetapi batang ini mempunyai ukuran yang lebih kecil. Dengan demikian maka pohon teh ini akan tumbuh dengan bentuk yang mirip pohon cemara. Hal itu terjadi jika pohon teh dibiarkan tumbuh tanpa adanya pemangkasan.

Akan tetapi jika pohon teh dibutuhkan untuk diambil produksinya, bentuk yang demikian ini tidak menguntungkan. Sebab  akan mengalami kesukaran dalam pemetikannya dan juga pemeliharaannya.

Baca Juga : Kandungan Nutrisi dan Gizi Bawang Merah

Untuk itu maka dikebun-kebun teh, biasanya pohon teh dibentuk melebar dan pendek-pendek. Semua itu untuk memudahkan pemeliharaan dan pemetikannya.

Sedangkan untuk mendapatkan pohon yang pendek akan tetapi banyak menghasilkan daun dan tunas yang kita butuhkan, maka perlu sering diadakan pemangkasan-pemangkasan sehingga tumbuhnya pohon itu akan melebar dan akan meninggi seperti pohon cemara.

Akibat dari pengaturan ini ialah:

  • Pertumbuhan perakaran akan mengalami kelambatan.
  • Pertumbuhan batang juga akan mengalami keterlambatan pula. Untuk ukuran  garis tengah pohon teh yang memang akan diproduksi tidak pernah lebih dari 20 cm, walaupun umur pohon itu telah puluhan tahun. Lain halnya kalau pohon teh ini akan dipelihara dan diambil bijinya, maka ukuran batangnya akan dapat lebih besar.
  • Pohon yang mengalami pemangkasan batang dekat dengan permukaan tanah, lama kelamaan akan menyusun percabangan yang nantinya akan membesar. Cabang pertama ini kelak akan member rangka pada pohon.

3. Periodiciteit

Periodiciteit ialah pertumbuhan  tunas yang silih berganti pada pohon teh. Yaitu pada ketiak daun ataupun bekas ketiak daun, dapat bergerak tumbuh menjadi tunas. Tunas ini berangsur-angsur memanjang disertai pula dengan penyusunan daun.

Akan tetapi tunas-tunas ini tidak seterusnya bergerak. Kadang-kadang tunas ini diam dan tidak dapat menghasilkan daun. Bila demikian, maka berarti tunas tersebut sedang istirahat. Sebenarnya memanjangnya tunas ini ditentukan oleh gerakan kuncup tunas yang terletak pada kuncup, ujung inipun ikut istirahat pula.

Baca Juga : Kandungan Nutrisi dan Gizi Bawang Putih

Kejadian ini tidak saja terjadi pada pohon-pohon teh yang telah berusia tua, namun juga telah terlihat pada bibit-bibit the yang baru tumbuh.

Pada tiap tunas terdapat:

  1. Daun kuncup yang menutup titik tumbuh
  2. Daun-daun dalam macam-macam pertumbuhan, terdiri dari yang masih muda sampai yang telah tua.

Kuncup inatif:

Yang disebut kuncup inatif adalah daun yang masih muda, baru membuka dan yang letakmya paling ujung dari tunas. Ternyata bukan bekas membungkus kuncup yang berukuran kecil dan bentuknya agak bulat.

Dengan adanya kuncup inaktif ini merupakan tanda bahwa tunas tersebut mulai akan istirahat. Pada saat seperti tunas untuk sementara berhenti tumbuh dan tak akan melanjutkan pembentukan daun-daun muda lagi.

Pada saat demikian ini , maka akan disebut dengan nama burung stadium dan kuncupnya sendiri akan disebut kuncup burung. Setelah burung stadium ini berlangsung beberapa waktu, maka kuncup ini bergerak lagi dan menjadi kuncup aktif. Bila ia sudah menjadi kuncup aktif maka tunas baru yang memanjang menyusun daun-daun baru sampai pada suatu saat bersiap-siap istirahat lagi.

Baca Juga : Kandungan Nutrisi dan Gizi Kunyit

Disaat tunas tumbuh dan bergerak menjadi panjang akan disebut pecco stadium. Sedangkan kuncup pada ujung tunas ini disebut “pecco”.

Bila kuncup burung telah mulai aktif lagi, maka pelan-pelan akan tersusunlah:

  • Satu atau dua helai daun yaitu sisik daun, sisik ini berukuran kecil dan panjangnya tak lebih dari 2 cm serta cepats ekali rontok.
  • Ada kalanya dua helai, namun biasanya hanya satu helai, berukuran lebih besar dari sisik daun, bentuknya sempit memanjang, tepi daun licin, daun ini disebut Kepel ceuli atau K1 dan inipun cepat gugur.
  • Biasanya hanya sehelai daun yang berukuran agak besar dan mendekati ukuran normal, akan tetapi tepi daunnya tak bergigi. Kepel kecil (K2).
  • Daun notmal yang jumlahnya dapat antara 3 sampai 8 lembar dengan tepi daun bergigi.
  • Daun yang paling sekali, masih merupakan pupus dan membungkus kuncup burung.

Adapun jangka waktu dari berlangsungnya stadium kuncup burung itu tergantung pada sifat-sifat dari genotype pohon itu sendiri dan juga dapat karena pengaruh dari iklim, tanah dan gangguan-gangguan.

Akan tetapi pohon teh ini mempunyai keistimewaan tersendiri dalam periodiciteitnya, yaitu pada sebuah pohon stadium pecco dan stadium burung tidak jauh pada waktu yang bersamaan.

4. Bunga dan Buah

Kalau kita lihat warna dan bentuk dari daun-daun kelompom dan daun-daun mahkota bunga, keduanya hampir sama. Kelompok daun teh itu akan berjumlah antara 4-5 helai dan berwarna agak hijau. Kalau daun mahkota bunga berjumlah sekitar 5-8 helai, adapun jumlah benang sarinya antara 100-250 helai.

Diatas mahkota bunga terdapat putik, kepala putik bersirip 3 helai. Tangkai putik berukuran panjang, tapi kadang-kadang ada juga yang pendek sekali.

Sedangkan buah teh mengandung 3 biji. Namun ada kalanya hanay mengandung 1 atau 2 biji. Atau kalau agak besar dapat pula mengandung sekitar 4 sampai 5 biji. Warnanya putih. Semakin tua warnanya akan berubah coklat. Buah teh terbentuk bulat dan bergaris tengah antara 1,2 sampai 1,5 cm.

Biji yang telah tua akan berkulit tebal dank eras. Maka memerlukan waktu yang agak lama kalau akan ditanam. Berbulan-bulan baru menjadi kecambah dan ini berlangsung tidak serentak (bersamaan).

 

Artikel Nutrisi lainnya :

a. Kandungan Nutrisi dan Gizi Buah Naga

b. Kandungan Nutrisi dan Gizi Jahe

c. Kandungan Nutrisi dan Gizi Teh Hijau

d. Kandungan Nutrisi dan Gizi Jeruk Nipis